Syarat-Syarat Rumah Sehat
Rumah sehat adalah rumah yang memenuhi syarat kesehatan antara lain:
1. Kamar-kamar terutama kamar tidur harus mempunyai jendela dan ventilasi agar sinar matahari bisa masuk dan terjadi sirkulasi udara yang baik.
2. Asap dapur harus dikeluarkan dari dapur, misalnya dengan adanya cerobong asap.
3. Dinding maupun lantai harus kering, kamar-kamar tidak boleh dalam keadaan lembab.
4. Ruangan tidak padat penghuni, tidak kurang dari 8 meter persegi perorang.
5. Bebas jentik nyamuk dan tikus di dalam rumah maupun di pekarangan.
6. kandang ternak terpisah dari rumah paling tidak sejauh 10 meter.
7. Rumah yang sehat harus dilengkapi dengan sarana sanitasi seperti sarana air bersih, jamban keluarga, tempat sampah, SPAL dan sarana pembuangan air hujan.
8. Pekarangan harus bersih dan dimanfaatkan dengan baik.
A. Mengapa rumah harus ada jendela dan ventilasi serta dibuka pada siang hari ?
* Agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kamar dan membunuh kuman penyakit
* Agar kamar menjadi terang sehingga mudah dibersihkan
* Agar udara kotor dapat berganti dengan udara bersih dari luar
* Agar kamar tidak lembab dan berbau tidak enak
B. Mengapa asap dapur harus dikeluarkan dari rumah ?
* Asap dapur dapat mengganggu pernafasan dan mata
* Dapat menimbulkan keracunan yang membahayakan jiwa
* Menyebabkan lebih rentan terhadap penyakit pernafasan
C. Mengapa kamar tidak boleh lembab ?
Bila kita tinggal di tempat yang lembab, daya tahan tubuh menurun
sehingga lebih mudah terkena penyakit. Penyakit-penyakit tertentu
seperti reumatik dan ISPA dapat mudah kambuh.
D. Mengapa tempat tinggal perlu luas dan tidak padat penghuni ?
Karena ruang yang sempit dihuni banyak orang, jika salah satu
diantaranya sakit, maka yang lain akan mudah tertular. Terutama penyakit
mata, TBC, batuk pilek, sakit kulit dll.
E. Bagaimana cara agar rumah bebas dari jentik nyamuk ?
* Kuras dan bersihkan tempat penampungan air seminggu sekali
* Tutup rapat-rapat tempat penampungan air
* Ganti air vas bunga, tempat minum burung dan tempat air lainnya seminggu sekali
* Kubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan
* Tutup dengan tanah atau semen, lubang pada bambu atau besi (pagar)
* Alirkan air hujan dan air bekas agar tidak tergenang
F. Bagaimana cara agar rumah bebas dari tikus ?
* Rumah harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan menjadi sarang tikus,misalnya menghindari dinding yang dibuat rangkap, lubang bambu terbuka dan tempat berlindung tikus dll
* Memasang ruji-ruji pada pipa selokan menuju dapur, talang air dan saluran air kotor lainnya.
* Menyimpan bahan makanan agar tidak dapat dijangkau tikus
* Menyimpan barang di dalam ruangan dengan rapi agar tidak menjadi sarang tikus
* Mengusahakan agar semua tempat memperoleh penerangan yang cukup dan tidak terlalu gelap
* Mengusahakan kebersihan halaman dan pekarangan
G. Mengapa kandang ternak harus dipisahkan dari rumah ?
Karena kandang ternak sering mengundang lalat dan nyamuk yang dapat
menjadi vektor penyakit. Selain itu kotoran ternak merupakan sumber
penyakit, dan menimbulkan bau dan pandangan yang tidak sedap.
4 Sep 2012
RUMAH SEHAT
Diposting oleh Dewi LS di 23.5112 Jun 2012
Demam Yang Aneh
Diposting oleh Dewi LS di 21.08Huuuh...ada cerita baru, ternyata kalau jadi orang tua itu memang banyak kisah yang aneh-aneh.
Beberapa hari lalu, Nuno sempat sakit. Badannya demam, waktu diukur panasnya 38,4 derajat Celcius.
Kupikir demamnya gara-gara minum avocado juice pas malam-malam. Nggak taunya cuma gara-gara dia kepingin buanget punya kaos angrybirds. Itu lho kaos yang ada gambar burung yang lagi marah.
Sebelumnya sih dia udah minta dibeliin, tapi karena sibuk ngurusin hal-hal lain, aku kelupaan mau beli. Ternyata dipikirin banget sama dia, sampe badannya demam. Dasar anak-anak.
Kasihan lihatnya, jadi deeeh malam-malam ke central plaza dianterin papanya demi berburu si angrybirds.
Karena papa buru-buru ada janjian sama kawannya, aku nggak sempet salin baju. Alhasil masuk mall pake celana kolor dan bersendal jepit ria.
Sesudah dapat itu kaos, langsung sembuh demamnya. Aneh bin ajaib khan...?? Jadi apa ya istilah medis untuk penyakit model begini...
8 Jun 2012
Ayo Kita Rubah Predikat Kota Terjorok
Diposting oleh Dewi LS di 21.12Aduuuuhhh.... kayanya mimpi buruk nih, Bandar Lampung dapat predikat kota terjorok di Indonesia. Padahal di masa lalu kota kita ini pernah jadi pemiliknya penghargaan Adipura, yang diabadikan jadi salah satu tugu kebanggaan kota Bandar Lampung.
Di saat pemerintah kota dan walikota Bandar Lampung concern membangun kota, lha kok predikat itu mampir di sini. Tapi jangan jadikan itu membuat kita tambah terpuruk, moga saja ke depannya kita bisa membuktikan pada dunia bahwa Bandar Lampung mampu bangkit dan mempertahankan Adipura untuk selamanya.
Setidaknya dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kita. Waktunya introspeksi diri dan segera bangun dari mimpi.
7 Jun 2012
Lampung Fair 2012
Diposting oleh Dewi LS di 17.34
Tiap bulan Agustus di Bandar Lampung pasti diramaikan dengan adanya Pameran Pembangunan. Yang intinya untuk memeriahkan kemerdekaan 17 Agustus dengan hasil pembangunan di provinsi Lampung.
Tapi sudah 2 tahun ini, format pameran pembangunan diganti dengan Lampung Fair, jadinya sih kurang meriah. Soalnya masuknya harus bayar, otomatis jumlah pengunjung juga banyak berkurang. Tahun ini pembukaan LF dimajukan jadi tanggal 25 Mei-10 Juni, soalnya bulan Agustus bertepatan dengan bulan ramadhan.
Pingin nyenengin anak-anak aja makanya sengaja datang ke LF. Untungnya cuaca cerah dan udara juga nggak terlalu panas. Jadi deeeh lihat-lihat stand yang ada di LF. Sayangnya dari tahun ke tahun jumlah stand yang ada makin berkurang. Dampaknya jadi terasa kurang meriah.
Yang penting anak-anak suka diajak keliling, ada patung-patung, barongsai, pertunjukan tari daerah dan lagu-lagu daerah juga.
Dan yang nggak bakalan ketinggalan dikunjungi pastinya "Bambu Kuning" pindah, alias lapaknya pedagang kaki lima.
8 Apr 2012
Nuno Ku Terlalu Dimanja
Diposting oleh Dewi LS di 03.47Kata orang kalau punya adik, anak bakalan mandiri dan "dewasa".
Tapi sebaliknya sejak punya adik, Nuno jadi bandel dan susah diatur. Padahal aku dan papanya nggak kurang perhatian sama dia, memang pasti beda karena waktuku harus terbagi untuk kerja dan mengurus adik. Yang sebelumnya dari lahir sampai umur 6 tahun aku selalu ada untuknya seorang. Sekarang harus berbagi kasih sayang plus ditinggal kerja juga.
Disuruh makan nggak mau, suruh belajar nggak mau, nggak mau mandi, nggak mau sikat gigi, nggak boleh ganggu adik malah dilakukan. Kalau adik bobok nggak boleh berisik, malah teriak-teriak. Kalau main jangan lama-lama, waktunya makan harus pulang, eeeh malah nggak pulang kalau nggak dicari dulu.
Kayanya apa yang disuruh orang tua, Nuno nggak mau. Dan yang nggak boleh dilakukan, malah kaya disuruh. Ampuuun deeehh... gimana orang tua nggak marah kalau begini.
Tapi ini aku mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk semuanya. Pekerjaan, rumah tangga, anak dan suami. Kalau bisa semua berjalan beriringan dan harmonis.
Anak itu adalah belahan jiwa, nafas kehidupan, permata hati dan mewakili berbagai kata-kata indah lain. Yang pasti siapapun orangnya nggak ada yang nggak sayang terhadap anaknya.
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang pintar, cerdas, sehat, mandiri, soleh/soleha.
Dan tiap orang juga punya cara tersendiri dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya. Aku yakin nggak ada orang tua yang ingin menyakiti anaknya sendiri.
Begitupun yang kulakukan selama ini, kalaupun terpaksa menghukum dan memukul itu bukan untuk menyakiti anak, tapi semata-mata untuk mengajarkan pada anak untuk tidak nakal dan berbuat semaunya.
Tapi kadang yang terjadi adalah dilema, karena bisa saja saat kita sebagai orang tua ingin bersikap tegas saat anak nakal harus berbenturan dengan orang tua (bisa orang tua sendiri ataupun mertua) yang nggak mau melihat cucunya dihadapi dengan keras.
Gimana anak mau nurut kalau tiap kali nakal dan mama papa nya marah tapi selalu dibela oleh kakek neneknya.
Yang ada anak jadi makin nakal karena merasa ada yang belain kalau dia dimarah atau dihukum.
Yang lebih parah lagi anakku jadi tukang ngadu kalau dilarang dan dimarah.
Mau bersikap tegas jadi repot nih, kalau menyampaikan rasa keberatan sama orang tua, takutnya nanti orang tua tersinggung dan salah mengerti dengan apa keinginan kami sebagai "yang punya anak".
Aku juga nggak mau menghadapi anak dengan keras dan marah, tapi kalau tiap kali anak dibela pasti makin susah diaturnya. Diajak ngomong pelan gak didengar, dikerasi sedikit sudah ngadu kemana-mana. Ujungnya malah kami yang terlihat nggak benar di mata anak.
Dilarang makan es krim, malah dibeliin. Dilarang makan ciki (sebutan untuk snack yang mengandung vetsin ), malah dibolehin. Dilarang main PS lama-lama, malah dibelain.
Duuuh... gimana ini, takutnya sikap dan sifat semacam itu tertanam di otaknya sampai dia besar nanti, dan malahan membenci kami sebagai orang tuanya karena menganggap kami nggak sayang sama anak.
Pengen rasanya teriak sekencang-kencangnya untuk bilang sama anak-anak kalau aku sangat mencintai anak-anakku.
Mama sayaaaaaaanggg bangeeet sama Nuno. Sama adik juga sayang. Kalau Nuno nggak nakal dan mau diatur, mama lebih sayang lagi sama kamu nak...!! Tetep sayang sama kamu nak.


