21 Nov 2014

TURUN GUNUNG

Postingan kali ini sengaja diberi judul "Turun Gunung", maksudnya adalah kami para Staff Puskesmas Ranap Way Kandis yang pada turun ke sekolah-sekolah di wilayah kerja kami, berbagai kegiatan untuk menjalankan segala program kerja yang harus kami lakukan.

Biasanya sih kami jalan rame-rame, biar kerja gak terasa berat karena dilakukan barengan dan sama-sama.
Kali ini kegiatan Pemantauan kantin SD dan sarana sanitasi dasar di SD dibarengin dengan kegiatan Penjaringan kesehatan siswa SD sekaligus Penyuluhan dan sikat gigi massal.
Senang dan segar, karena dengan turun ke sekolah-sekolah jadi ada suasana baru. Kerja plus narsis lah yaaa... hehehe.
Berikut ini foto-foto yang diambil saat kegiatan berlangsung.

Pemerannya di sesi ini adalah saya sendiri, drg. Rosmaulina Girsang, mbak Suhartini (perawat gigi), mbak Ani (perawat gigi), pak Aris Subijanto (nutrisionist), dr. Devi dan dr. Shinta Gasenova.










20 Nov 2014

PEMICUAN KADER STBM

LEBIH BERSIH,LEBIH SEHAT

Rencana untuk melaksanakan pemicuan kader STBM akhirnya terwujud juga, dari 5 (lima) kelurahan dipilih 2 (dua) kelurahan yang akan dilakukan pemicuan, yaitu kelurahan Way Kandis dan kelurahan Labuhan Dalam.

Pemicuan yang dilakukan diawali dengan penyampaian materi tentang definisi STBM, 5 pilar STBM, pemicuan, pemetaan wilayah, pengenalan alat FRP dan praktek penggunaan alat FRP.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan dengan metode pemicuan, yang mempunyai 5 pilar dan 5 indikator.

5 Pilar STBM, yakni :

1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS)
2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
3.Pengelolaan Air Minum di Rumah Tangga (PAM-RT)
4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga

Sedangkan 5 Indikator output STBM adalah :

1. Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari membuang air besar di sembarang tempat (ODF)
2. Setiap rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.
3. Setiap rumah tangga dan pelayanan umum dalam suatu komunitas (sekolah, kantor, puskesmas, pasar,  rumah makan, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (sarana cuci tangan, air dan sabun), sehingga semua  orang mencuci tangan dengan benar.
4. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.
5. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar.

 
 











1 Sep 2014

I MISS YOU

Nggak terasa, rupanya lama sekali ya blog ini nggak diapa-apain. Busyeeettt deeh ternyata hampir 2 tahun. Baru buka lagi, rasanya kaangeeeeennnn buanget tapi apa daya, karena kesibukan yang lumayan menumpuk, jadi nggak sempat mau nulis lagi. Padahal sih kalau buka FB tiap hari :p
Heuheu.... apa kabarnya teman-teman blogerku, benar-benar rasanya aku merasa kangen. Jadi teringat sama yang namanya Fais, mas Willyo alsyah, mas Slamdunk, mas Satrio katrox (moga-moga udah gak katrox lagi ya, hihihihi ).... dan yang lain-lain.

Tuntutan kerjaan buanyak banget, kalau sampai rumah langsung direcokin sama si krucil-krucil. Meskipun ini juga hal-hal yang menyenangkan. Pokoknya dinikmati ajalah selagi bisa.

Kalau udah masuk pertengahan tahun dan menjelang akhir tahun begini, makin padat pekerjaan, harus tetep semangatlah.
Walau sebentar menulis, sedikit mengurangi rasa kangen, sekalian sambil ngetest apakah masih ingat cara buat postingan di blog ini heheheheh....


31 Okt 2012

JAMBAN KELUARGA

Jamban adalah bangunan untuk membuang kotoran manusia/najis.
Jamban keluarga adalah jamban untuk dipergunakan oleh suatu keluarga.

Jamban dapat dikatakan sehat apabila :
1. Kotoran yang dibuang di dalamnya tidak mencemari air dan lingkungan.
2. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga maupun tikus.
3. Tidak menjadi sarang nyamuk/lalat.
4. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
5. Rumah jamban cukup terang dan cukup lubang angin.

Manfaat jamban sehat adalah dapat mencegah tersebarnya penyakit seperti muntaber, diare, typhus, desentri, kecacingan, gatal-gatal dan sebagainya.
Sebab kotoran manusia dapat mengandung bibit penyakit.

Cara menggunakan jamban :

  1.  Jamban leher angsa memerlukan air untuk menggunakannya. Pada bagian leher angsa dari jamban ini selalu berisi air.Selesai digunakan , kotoran perlu digelontor dengan air sampai hilang/tidak terlihat lagi.
  2. Jamban tanpa air, sesuai dengan namanya tidak memerlukan air penggelontor, kecuali untuk cebok. Sebelum digunakan tutup lubang dibuka, setelah jamban selesai  digunakan lubang jongkok harus ditutup kembali. Jadi bila jamban tidak sedang digunakan lubang harus ditutup.
Cara memelihara jamban:
1. Bersihkan selalu setelah selesai dipergunakan.
2. Perbaiki bila ada bagian-bagian yang rusak.




18 Okt 2012

Ciyus Miapa

Pernah denger atau lihat orang ngomong "CIYUS MIAPA" ??
Truss bingung deeh, bahasa planet mana lagi tuh..?? Pertama kali denger kata itu juga bingung banget tuh. Habisnya nggak di facebook nggak di twitter sering ada yang nulis begitu. Karena penasaran coba cari tau dulu artinya. Ternyata artinya begini : "Serius Demi apa"

Olala...aneh-aneh ya bahasa jaman sekarang, pernah ada juga yang komen di salah satu status di FB, ditulisnya "Cemungud", lagi-lagi pada saat itu kurang "ngeh" juga ternyata artinya semangat.

Ha...ha... geli banget deeh, bahasa alay koq eksis banget dimana-mana. Lucu-lucu sih bahasa alay itu.
Kreatif atau kelewat kreatif ya yang bikin trend alay ini. Nggak cuma bahasa, dandanan bahkan gayanya juga punya ciri tersendiri.
Tapi rada miris juga sih,generasi sekarang bukannya melestarikan bahasa Indonesia yang baik dan benar justru mengacaukan bahasa yang sudah ada jadi aneh-aneh.