20 Jun 2024

Sosialisasi dan Persiapan Pencanangan Gertak Waspada DBD Kelurahan Pematang Wangi

 


Sejak bertahun-tahun lalu, upaya pencegahan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Way Kandis telah dilakukan.

Beberapa kegiatan rutin program DBD, antara lain: 

1. PJB (Pemantauan Jentik Berkala)

2. G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1Jumantik)

3. Penyuluhan dan sosialisasi

4. PE dan Fogging foccus

Tetapi hasil yang didapatkan ternyata belum maksimal. Capaian ABJ (Angka Bebas Jentik) yang belum mencapai target, maupun masih banyaknya kasus DBD yang terjadi, merupakan bukti bahwa keberhasilan program masih kurang. 

Oleh sebab itu, beberapa inovasi program juga telah dilakukan untuk meningkatkan capaian ABJ dan meminimalisir kejadian DBD. Yakni dengan dilakukannya giat Gertak Waspada DBD, kegiatan ini merupakan kolaborasi melibatkan lintas sektor, kader dan puskesmas. 

Selama ini mungkin masih bersifat pasif karena kegiatan ini dimotori oleh program DBD puskesmas, sehingga akhirnya tercetuslah cita-cita untuk menjadikan pihak tiap-tiap kelurahan agar menjadi motor bagi terlaksananya Gertak Waspada DBD. 

Diawali dengan Sosialisasi atau penyuluhan edukasi kepada tokoh masyarakat dan kader, sebagai bekal pengetahuan bagaimana cara pencegahan DBD harus dilakukan. Berikutnya adalah mengenai penentuan lokasi dan jadwal pelaksanaan kegiatan, yang akan dibahas dan ditentukan sendiri oleh kelurahan. 

Peran puskesmas dalam hal ini adalah untuk mengarahkan bagaimana kegiatan ini dilaksanakan, membantu menyiapkan bahan penyuluhan dan juga larvasida yang dibutuhkan. 

Bertepatan dengan HUT Kota Bandar Lampung di bulan Juni 2024 ini, kita akan melatih tokoh masyarakat dan kader yang sadar PSN dan melek DBD. Lokasi pertama untuk kegiatan Sosialisasi ini di kelurahan Pematang Wangi. Berikutnya sesuai jadwal adalah kelurahan Perumnas Way Kandis, dan Tanjung Senang. Sedangkan kelurahan Way Kandis dan Labuhan Dalam akan dilakukan menyusul senin mendatang.

Hasilnya akan dievaluasi dalam beberapa waktu ke depan. 

Dukungan dan support yang baik diberikan oleh segenap lintas sektor, dalam hal ini Camat Tanjung Senang dan juga para Lurah di 5 kelurahan. Semua bertujuan sama, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kecamatan Tanjung Senang.

16 Jun 2024

PAHAMI APA ITU FOGGING

Mau tau lebih banyak tentang Fogging?? Yuuk simak yaa gaess... 

Kapan Harus Dilakukan Fogging??

Kapan Hanya Diperlukan Larvasidasi/Abatisasi?

Berdasar Bagan Pengendalian DBD secara Epidemiologi : 

Bila ditemukan 1 org Penderita DBD konfirmasi, maka lakukan PE (Penyelidikan Epidemiologis) pd rumah & keluarga Penderita ditambah radius 100 meter terhadap rumah/bangunan sekitar penderita atau minimal 20 rmh secara acak/random. 

Apabila Hasil Pelacakan Didapatkan hasil : 

- Ditemukan lg 1 penderita Konfirmasi DBD (Positif DBD), dan 

- Ditemukan 3 suspek/Tersangka DBD dg Jentik Positif Minimal 5% dari seluruh Bangunan/Rumah yang diperiksa. 

Maka Sementara bisa kita tetapkan Sebagai Daerah Positif Tertular, maka Penanganan/tindakan selanjutnya adalah : 

- PSN

- Larvasida/Abatisasi Selektif 

- Fogging Focus 

- Penyuluhan. 

Tapi apabila hasil yg diperoleh : 

- Tidak Ditemukan adanya 2 Kriteria Positif diatas, maka Penanganan yg dilakukan : 

- PSN

- Larvasidasi Selektif, dan 

- Penyuluhan saja. 

- TANPA FOGGING

Mungkin itu hal-hal yg seharusnya dilakukan berkaitan kapan sebetulnya Aplikasi Fogging dan Larvasidasi dilaksanakan ketika ada kasus Penyakit DBD di Masyarakat. 

Pertanyaan Selanjutnya : Mengapa Aplikasi Fogging dan Larvasidasi/Abatisasi HARUS DILAKSANAKAN DENGAN KRITERIA TERTENTU???

Berikut Keuntungan & Kerugian Antara PSN vs Fogging serta Larvasidasi : 

PSN : 

- Bisa dilaksanakan oleh SEMUA (Mudah)

- Tidak Memerlukan Biaya (GRATIS)

- Sangat Edukatif (MEMBERDAYAKAN)

- Ramah Lingkungan dan Mengandung Unsur PHBS

- Jika dilakukan secara terus menerus setiap 1 x dlm seminggu : Penelitian Membuktikan SANGAT EFEKTIF DALAM MEMBASMI DBD SAMPAI DAERAH TERSEBUT BENAR-BENAR BISA BEBAS DBD

FOGGING dan LARVASIDA : 

- Diperlukan Tenaga Khusus (AHLI) 

- Diperlukan Biaya yg cukup Besar dengan Hasil Minimal

- Sangat Ketergantungan dengan Pemerintah

- Sangat Tidak Edukatif & Memanjakan (Masyarakat jadi Tidak Berdaya atau Kehilangan Peran)

- Bersifat Toksik/Racun Bagi Lingkungan & Kesehatan Manusia

- Jika terus-terusan diaplikasikan di satu Wilayah, maka akan mengakibatkan Akumulasi Zat2 Pencemar Lingkungan dan Mengakibatkan Nyamuk Menjadi KEBAL/RESISTEN...! 

Seperti kita ketahui bersama, Kedua Bahan Kimia tsb merupakan Bagian dari Bahan Kimia Insectisida, dan setiap Insektisida Merupakan BAHAN TOKSIK/RACUN tidak saja bagi nyamuk/serangga, akan tetapi merupakan Toksik/Racun bagi Tubuh Manusia....! 

Terutama pada Aplikasi Fogging, seyogianya saat Pengaplikasian BENAR2 HARUS DALAM PENGAWASAN AHLINYA (dalam hal ini Minimal ada satu org Tenaga Entomolog), Karena Tanpa Tenaga ahli tersebut, Bisa dikatakan Pelaksanaan Foging ADALAH ILEGAL.

3 Mei 2024

Gertak Waspada DBD Hari Ke-2

Jumat tanggal 3 Mei.. menjadi hari ke-2 pelaksanaan Gertak Waspada DBD. Kali ini lokasinya di Kelurahan Way Kandis.

Kegiatan diisi dengan penyuluhan door to door, pembagian leaflet dan abate.

Tidak lupa sesi foto-foto donk yaa.
Hari ini banyak ibu-ibu kader yang ikut serta. Semuanya pada semangat, walaupun cuaca pagi agak cerah dan sedikit panas yaah.

Tapi Alhamdulillah, semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Sama seperti hari pertama kemarin, hari ini masih ditemukan adanya sumber perindukan nyamuk, terdapat pada ban bekas yang menampung air hujan, yang dibuang secara sembarangan.
















2 Mei 2024

Halal Bihalal Keluarga H.Amat Subari

 Meskipun Hari Raya Idul Fitri sudah berlalu, tapi bulan Syawal kan masih. Jadi masih boleh donk kita kumpul keluarga besar dalam rangka halal bihalal.

Naah.. seperti tahun-tahun sebelumnya, kita difasilitasi sama mas Agus, yang jadi ownernya JatiAgro, untuk mengadakan acara halbil di sana. 

Alhamdulillah walau gak semua bisa hadir, tapi mayoritas pada bisa ikutan. 

Acara sudah pasti makan-makan, salam-salaman dan saling memaafkan. 

Karena tempatnya tuh emang bagus ya, setelah selesai acara, sudah pasti pada sibuk sesi foto-fotolah yaa.

Anak-anak juga langsung seru-seruan berenang. 

Simak yuuk foto-fotonya.. asli cakep-cakep. Tapi karena buru-buru mau pulang, gak sempet mengabadikan moment di setiap spot foto, yaah sayang sih sebernya.



















Gertak Waspada DBD

 Awal tahun 2024 diiringi dengan datangnya musim penghujan, apalagi akhir-akhir ini malah hampir setiap hari hujan turun. 

Alhamdulillah yaa.. tanaman tumbuh subur, dan juga keadaan tidak gersang seperti saat kemarau panjang. Tapi masalah lain sering kali ikut serta, misalnya kenaikan kasus DBD. 

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus DBD, maka Puskesmas Way Kandis melaksanakan kembali kegiatan Gertak Waspada DBD (Gerakan Serentak Waspada DBD) . Beberapa tahun lalu kegiatan serupa ini sudah dilaksanakan juga, tapi dengan nama Gebrak DBD, ini merupakan salah satu inovasi Puskesmas Way Kandis.

Lokasi pertama kegiatan di tahun ini adalah sekitar kantor kelurahan Perumnas Way Kandis. 

Kegiatan ini sangat didukung oleh linsek. Bahkan pak Camat Tanjung Senang sampai ikutan turun juga, bersama bu Lurah Perumnas Way Kandis mendampingi team gertak waspada DBD dari puskesmas. 


Diawali dengan foto bersama linsek, lalu tim dibagi menjadi beberapa kelompok, melakukan kunjungan door to door untuk memberikan edukasi mengenai PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan cara pencegahan DBD. Team juga membagikan leaflet dan bubuk abate untuk warga yang memerlukan. Jika kami temui sumber perkembang biakan jentik nyamuk, team juga turun tangan menyingkirkan barang-barang tersebut agar aman. 





Setelah selesai,team menuju titik kumpul dimana beberapa warga sekitar telah berkumpul, untuk menerima penyuluhan lebih lanjut.



Gak lupa donk.. tetep ada yang mendokumentasikan kegiatan ini.

Semoga kesadaran warga tentang PSN meningkat yaak.. agar kasus DBD dapat diminimalisir terjadinya. Yang paling penting adalah merubah mindset warga dari fogging oriented menjadi PSN oriented.