31 Mar 2010

Semangat Sang Nenek

Seringkali kita jumpai dimana-mana adanya pengemis, di perempatan jalan, pasar, mall, jembatan penyeberangan bahkan yang datang dari rumah ke rumah.
Tidak semua pengemis itu memiliki cacat fisik, malah banyak diantara mereka yang tubuhnya kuat dan segar bugar.

Banyak alasan yang dipakai untuk melakukan perbuatan meminta-minta. Karena faktor ekonomi, cacat tubuh, tapi yang sering terjadi adalah karena mereka enggan bekerja keras, hanya ingin mendapatkan uang dengan cara mudah.

Kemalasan adalah faktor utama yang menciptakan lapangan pekerjaan bernama pengemis ini.
Bahkan ada yang tega dan dengan sengaja membawa anak-anak balita untuk menarik rasa iba terhadap orang yang melihatnya, agar rela mengeluarkan uang dari kantongnya.

Ada seorang nenek tua yang membuat saya kagum dengan semangatnya untuk bertahan hidup.
Dia tidak tertarik untuk ikut-ikutan berprofesi sebagai pengemis.

Di usianya yang menginjak 70 tahun, masih setia menjalani pekerjaannya sebagai seorang penjual sayuran keliling.
Dengan mengandalkan sebuah sepeda tua untuk menjajakan dagangannya.

Seharusnya di usia yang senja itu, dia dapat menikmati kehangatan keluarga, bermain bersama cucu-cucunya, tapi yang terjadi adalah sebaliknya.

Setiap hari dia berjalan sejauh 5 km, dari pasar tempel Way Kandis sampai ke Way halim.
Meskipun berbelanja sayuran pada nenek relatif murah harganya, masih saja ada ibu-ibu yang tega menawar demi kembalian yang cuma Rp. 100 saja.

Apapun itu rasa kagum dan bangga kepada sang nenek, yang bertahan untuk tidak mempertaruhkan harga dirinya, meskipun kemiskinan ada dihadapannya.
Usia tua tidak menjadi halangan untuk tetap bekerja.

Mungkin saya tidak akan mampu menjalani kehidupan sepertinya.

20 Mar 2010

Kepiting Bikin Pusing

Jalan-jalan dan berwisata kuliner memang menjadi hobbyku dan suami, kalau suasana hati sedang nggak enak pasti maunya pergi jalan-jalan.
Biasanya sih kalau keluar rumah bawaannya kepengen makan di luar juga, jajanan di Bandar Lampung sebagian besar sudah kami coba.
Mulai dari sate, bakso yang paling enak, empek-empek, martabak, rujak cingur,mie goreng, nasgor, rawon dan lain-lain.

Sekali waktu penasaran juga mau makan kepiting yang katanya enak banget. Meluncurlah ke daerah Teluk Betung cari-cari seafood.
Ada macam-macam, tapi berhubung niatnya mau makan kepiting ya akhirnya kepiting saus tiram yang dipesan. Ternyata seporsi isinya banyak banget, liatnya sampe perut mual dan sangsi bisa ngabisin. Makannya juga agak ribet, harus gigit-gigit cangkang, terus dihisap, pokoknya berantakan deh.
Setelah dicicip malah gak terasa tau-tau sudah ludes.

Awalnya enak dan nggak ada masalah apa-apa, lama-lama koq kepala jadi berat dan terasa pusing.
Duuuh... aneh banget, ada apa ya ??
Apa keracunan kepiting, langsung pulang ke rumah takut kenapa-napa.
Untungnya efek pusing nggak berlanjut sampai parah.

Dua minggu kemudian jadi ketagihan lagi mau menyantap kepiting, jalan lagi ke Teluk, tapi kali ini pesan buat dibawa pulang. Sambil nunggu dimasakin, aku curi-curi lihat cara masaknya, bumbunya apa aja, biar nanti bisa masak sendiri di rumah.
Masaknya khan di luar jadi kita bisa liat sendiri.

Pas jalan-jalan ke Pantai Mutun, mampir ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) sengaja mau cari kepiting lagi, tapi kali ini niat mau masak sendiri. Kalau beli di TPI bisa minta tolong yang jual untuk bersihin sekalian.
Lumayan sih beli 1 kg jadinya sewajan besar, cukup untuk bertiga.
Bumbunya nyontek waktu beli kepiting saus tiram tempo hari.
Asal aja sih, takarannya direka-reka dan ditambah sendiri sesuai selera kita, bumbunya pakai:
1. Cabai merah 10 buah
2. Jahe 2 cm
3. Bawang merah dan putih masing-masing 5 siung
4. Saus tiram 2 sdm
5. Garam dan gula putih secukupnya
6. Kepiting, sengaja nggak pake telur biar nggak terlalu amis.
7. Lada sedikit
Cara masaknya:
Semua bumbu digiling halus, lalu ditumis, setelah harum masukkan kepiting beri air secukupnya.
Aduk-aduk sebentar sampai mendidih, siap dihidangkan.

Tapi maaf ya nggak ada fotonya, keburu ludes sebelum difoto.
Kalau mau coba sah-sah aja koq, awas jangan keenakan makan kalau banyak-banyak kepala jadi pusing, belum cari tahu kenapa bisa begitu.

3 Mar 2010

Falk, Si Cantik Yang Galak

Iseng-iseng penasaran mau nangkap burung yang hampir 5 tahun ada di kandang, selama ini hampir tak pernah tersentuh tangan.

Sering disebut juga burung Falk atau Cockatiel.
Burungnya sangat cantik dengan warna yang menarik, ada jambul di atas kepalanya, paruhnya bengkok, yang paling lucu di pipi kiri kanannya pakai blush on.



Tahu khan blush on ? Itu pemerah pipi yang sering dipakai wanita.
Nggak percaya ? Nih lihat sendiri foto-fotonya.
Naaah sekarang baru percaya khan ?

Itulah makanya aku jadi penasaran banget mau pegang-pegang, akhirnya nekat kuambil saringan untuk menangkap ikan, jadilah berburu menangkap burung di kandang.

Galaknya kelewatan tuh, alhasil jempolku yang manis jadi sasaran gigitan paruh bengkoknya, sakitnya jangan ditanya.
Sampai berdarah dan lukanya sobek yang lumayan cenut-cenut kalau dirasa.
Tapi nggak apa-apalah, senang juga bisa foto-foto bersama si cantik yang galak.